http://www.google.com/2005/gml/data' xmlns:expr='http://www.google.com/2005/gml/expr'>

Selasa, 10 Maret 2009

Kejang

Kejang

Defenisi
Sebelum kita memahami definisi mengenai kejang, perlu kita ketahui tentang seizure dan konvulsi. Yang dimaksud dengan seizure adalah cetusan aktivitas listrik abnormal yang terjadi secara mendadak dan bersifat sementara di antara saraf-saraf di otak yang tidak dapat dikendalikan. Akibatnya, kerja otak menjadi terganggu. Manifestasi dari seizure bisa bermacam-macam, dapat berupa penurunan kesadaran, gerakan tonik (menjadi kaku) atau klonik (kelojotan), konvulsi dan fenomena psikologis lainnya. Kumpulan gejala berulang dari seizure yang terjadi dengan sendirinya tanpa dicetuskan oleh hal apapun disebut sebagai epilepsi (ayan). Sedangkan konvulsi adalah gerakan mendadak dan serentak otot-otot yang tidak bisa dikendalikan, biasanya bersifat menyeluruh. Hal inilah yang lebih sering dikenal orang sebagai kejang. Jadi kejang hanyalah salah satu manifestasi dari seizure.

Klasifikasi
Kejang dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu kejang umum atau kejang sebagian. Kejang sebagian adalah manifestasi dari gangguan sebagian kecil saraf di otak. Sementara kejang umum merupakan manifestasi dari gangguan keseluruhan saraf di otak dan dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Pada jenis kejang yang terakhir ini adalah jenis yang membutuhkan bantuan segera. Beberapa gejala umum kejang yang dapat kita waspadai adalah :
• menangis kuat
• terjatuh
• kehilangan kesadaran
• seluruh badan kaku
• gerakan-gerakan mendadak yang tidak terkontrol
Gejala-gejala yang dapat timbul setelah kejang adalah, otot-otot menjadi lebih lunak, dan dalam beberapa kejadian seseorang dapat menjadi bingung dan lupa akan kejadian sebelumnya, mengantuk dan sakit kepala. Waktu durasi kejang bervariasi antara 1 hingga 5 menit, sedangkan kejang demam dapat mencapai 10 menit.

Penyebab
Beberapa etiologi kejang adalah :
• Demam tinggi pada anak-anak.
Kejang tipe ini disebut sebagai kejang demam. Kejang demam biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan s/d 4 tahun. Kejang tipe ini tidak berbahaya.
• Epilepsi,
merupakan gangguan pada otak. Kejang merupakan gejala yang sering pada epilepsi
• Tersengat listrik
• Cuaca panas
• Racun
• Infeksi
• Reaksi obat atau overdosis obat
• Vaksinasi
• Tidak diketahui

Pencegahan Kejang Demam
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kejang saat demam tinggi (walaupun bervariasi antar individu). Adalah usaha untuk menurunkan demam secepat mungkin, hal ini dapat dilakukan dengan pemberian obat antipiretik atau dengan menggunakan kompress. Pada kasus-kasus yang ekstrim, panas yang tinggi dapat diturunkan dengan cepat dengan merendam pasien di bak yang penuh dengan Es, tetapi cara ini hanya dapat dilakukan sebentar untuk mencegah hipotermi pada pasien.
Hal-hal yang harus dilakukan jika anak anda menderita demam:
• Pakaikan pakaian yang tipis, jangan selimuti anak dengan selimut tebal
• Kompres dengan air biasa (tidak panas dan tidak dingin) pada dahi dan lehernya. Basahi kulit bagian tubuh lainnya dengan spons. Jangan gosok dengan alkohol.
• Berikan asetaminofen atau parasetamol dengan dosis 10-15 mg/kg berat badan/kali jika diperlukan. Jangan berikan aspirin atau apapun yang mengandung salisilat kepada anak yang berusia di bawah 19 tahun karena dapat menimbulkan komplikasi serius
• Turunkan demam sampai suhu tubuh lebih rendah dari 38,9 derajat celcius
Yang dapat dilakukan pertama kali saat menemui pasien kejang.
• Jangan panik, berpikirlah dengan kepala jernih.
• Lindungi kepala penderita dari trauma
• Jauhkan benda-benda tajam
• Longgarkan pakaian penderita pada daerah leher
• Letakkan penderita pada posisi tidur menyamping sehingga jika terdapat cairan atau benda asing pada mulut penderita dapat keluar dan tidak menyumbat saluran napas
• Bersihkan mulut dari benda asing atau muntahan (jika ada)
• Jangan memegangi penderita yang sedang kejang
• Jangan letakkan sendok atau apapun di mulut untuk mencegah lidah tergigit
• Jangan berikan makanan atau minuman
• Jangan berikan obat apapun
• Jangan siram muka penderita dengan air
• Perhatikan durasi kejang, dan gejala gejala yang timbul untuk dilaporkan kepada petugas kesehatan
Alergi

Alergi adalah reaksi tubuh yang berlebihan terhadap benda asing tertentu atau yang disebut alergen.
Apabila alergen masuk ke dalam tubuh seseorang, melalui berbagai cara, baik terhisap, tertelan, ataupun kontak dengan kulit, maka sistem kekebalan tubuh seseorang yang memiliki alergi akan aktif dan menimbulkan reaksi yang berlebihan. Tidak demikian halnya dengan orang yang tidak memiliki alergi, alergen tersebut tidak memiliki pengaruh yang bermakna.
Pencegahan
1. Hindari pemicu seperti makanan atau obat-obatan yang dapat menimbulkan reaksi alergi walaupun obat atau makanan tersebut hanya menyebabkan reaksi ringan
2. Bila anda memiliki anak dengan alergi terhadap makanan tertentu, perkenalkan makanan yang baru satu persatu agar bisa diketahui mana yang menyebabkan alergi
3. Bila anda pernah memiliki riwayat reaksi alergi yang serius, bawa obat-obatan darurat (seperti difenhidramin dan suntikan epinefrin atau obat sengatan lebah) sesuai dengan anjuran dari dokter

Pengobatan
Pengobatan alergi pada dasarnya adalah simtomatik atau sesuai dengan gejala. Prinsip yang paling utama adalah proses penghindaran benda-benda yang diperkirakan merupakan suatu alergen dengan tujuan agar pasien tidak berkontak dengannya. Apabila reaksi alergi yang terjadi mengancam nyawa pasien, seperti terjadi pembengkakan di saluran nafas, maka pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk penatalaksanaan yang lebih baik.
Penanganan
Untuk reaksi alergi ringan-sedang: (penyakitnya apa saja?)
1. Tenangkan dan yakinkan pasien bahwa ia akan baik-baik saja karena kecemasan dapat memperparah keadaan
2. Kenali dan identifikasi penyebab alergi. Bila telah diketahui maka segera hindari penderita dari penyebab. Penyebab alergi seperti sengatan lebah ditangani dengan cara mengeluarkan sengat menggunakan pencungkil baik kuku ataupun kartu kredit. Jangan menggunakan pinset atau penjepit lainnya karena dapat menghancurkan sengat dan menyebarkan racun lebih banyak
3. Bila penderita mengalami gatal-gatal segera berikan losio kalamin (pelembab yang mengandung kalamin) atau sesuatu yang dingin, hindari memberikan obat-obatan?maksudnya obat2an apa ya?
4. Awasi penderita untuk gejala-gejala peningkatan distres
5. Panggil bantuan medis. Untuk gejala ringan mungkin hanya membutuhkan pengobatan dokter yang ringan seperti antialergi
Untuk reaksi parah:
1. Periksa ABC. Tanda-tanda bahaya untuk pembengkakan jalan nafas adalah suara serak dan berbunyi saat penderita mengambil nafas. Bila penderita mengalami kesulitan bernafas dan sangat lemah atau mengalami penurunan kesadaran, segera panggil bantuan. Bila perlu berikan bantuan nafas
2. Tenangkan penderita
3. Bila reaksi alergi adalah akibat sengatan lebah, hilangkan sengat dengan mencungkil. Jangan menggunakan penjepit
4. Bila penderita memiliki obat alergi segera berikan. Hindari pemberian melalui oral bila penderita mengalami kesulitan bernafas
5. Ambil tindakan untuk menghindari terjadinya syok. Baringkan penderita di tempat yang datar, tinggikan kaki penderita sekitar 12 inchi dan selimuti penderita dengan jaket atau kain. Jangan tempatkan penderita dengan posisi seperti ini bila penderita mengalami cedera di bagian kepala, leher, punggung, atau kaki
6. Bila penderita mengalami penurunan kesadaran, segera lakukan tindakan penanganan penurunan kesadaran dan hubungi 118
Penyebab alergi
Pada dasarnya sistem kekebalan tubuh merupakan benteng pertahanan terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit. Bila ada benda yang membahayakan atau yang disebut ‘antigen’ masuk, maka sistem kekebalan tubuh akan bereaksi dengan cara mendatangi antigen tersebut dan menghasilkan antibodi yang terdiri dari imunoglobulin (IgG, IgA, IgM, IgD, IgE). Antibodi ini akan datang ke tempat masuk antigen dan menghancurkannya. Antibodi ini bersifat protektif dan membantu menghancurkan antigen dengan menempel di permukaannya sehingga lebih mudah untuk dihancurkan. Imunoglobulin terdiri dari 5 tipe IgG, IgA, IgM, IgD dan IgE. Imunoglobulin yang dapat menimbulkan reaksi alergi adalah IgE. Pada orang alergi produksi IgE dapat sangat berlebihan



Gambar : Sel Mast

Mekanisme
Bila tubuh terpapar oleh antigen atau alergen, maka reaksi kekebalan tubuh akan segera terbentuk. IgE yang terbentuk akan mendekati antigen dan menempel di permukaannya. Selanjutnya IgE akan mengaktivasi sel yang disebut sel mast. Sel mast ini mengandung zat-zat aktif yang dapat mengiritasi jaringan seperti misalnya histamin. Tubuh akan mengalami reaksi seperti gatal, mata berair, dan bersin - bersin.
Reaksi berbahaya yang dapat disebabkan oleh alergen atau antigen ini adalah pembengkakan jalan napas yang dapat menimbulkan sumbatan jalan nafas.
Mereka yang berisiko
Alergi dapat terjadi baik sejak janin masih berada di dalam kandungan maupun di berbagai macam rentang usia. Pada umumnya alergi timbul di usia kanak-kanak, namun kejadian paling sering terjadi di usia dewasa. (gue ga ngerti maksudnya). Penyebab sensitifnya seseorang terhadap alergen tertentu dan berlebihannya produksi IgE akibat terkena alergen masih belum diketahui penyebabnya. Diperkirakan hubungan yang paling sering adalah faktor keturunan. Alergi dapat diturunkan dari orang tua ke anak. Apabila kedua orang tua tidak memiliki riwayat alergi, maka risiko anak memiliki alergi sebesar 15%. Apabila salah satu dari kedua orang tua anak memiliki alergi, maka risiko meningkat menjadi 30% dan 60% bila alergi dimiliki oleh kedua orang tua.
Kegawat Daruratan Gigi

Ada beberapa hal menyangkut kedaruratan gigi yang akan dibahas pada tulisan ini, yaitu:
1. Gigi patah
2. Gigi tanggal
3. Sakit gigi
Gigi Patah
Jika gigi anda patah, maka pertolongan pertama yang dapat diberikan antara lain:
1. Kompres area gigi yang patah dengan kain yang sudah dibasahi dengan air dingin. Hal ini berguna untuk mengurangi pembengkakan
2. Patahan gigi disimpan, dimasukkan ke dalam wadah yang di dalamnya terdapat susu cair atau bungkus gigi dengan kain basah
3. Segera ke dokter gigi
Gigi Tanggal
Pertolongan pertama pada gigi yang tanggal dibedakan menurut usia gigi, apakah termasuk gigi susu atau gigi permanen.
Pada anak-anak kurang dari 7 tahun (gigi susu), jika terjadi patah gigi dapat dilakukan kompres dengan kain yang sudah dibasahi dengan air dingin pada tempat gigi yang tanggal. Jika anak mau, dapat diberikan es batu untuk dikulum di mulut untuk mengurangi pembengkakan.
Pada orang dewasa (gigi permanen), gigi yang tanggal dapat dipasang kembali jika kurang dari 20 menit segera pergi ke dokter gigi. Adapun pertolongan pertamanya antara lain:
1. Pegang gigi yang tanggal pada mahkotanya dan bukan pada akarnya
2. Jangan bersihkan gigi atau menggosoknya dengan benda apapun
3. Bilas gigi dalam air dingin yang mengalir selama 10 detik
4. Jika dimungkinkan, masukkan gigi kembali ke mulut ke dalam tempatnya semula, setelah itu gigit kain yang sudah dibasahi dengan air dingin untuk menahan gigi yang tanggal pada posisinya
5. Jika hal tersebut tidak bisa dilakukan, maka segera masukkan gigi ke dalam wadah yang berisi susu cair atau simpan dalam mulut.
6. Segera ke dokter gigi
Sakit Gigi
Penyebab utama sakit gigi adalah gigi berlubang dan masalah pada gusi. Walaupun, sakit gigi juga bisa disebabkan oleh kelainan lain di luar gigi, seperti kelainan di hidung, telinga bahkan di jantung.
Adapun hal-hal yang bisa dilakukan untuk menangani sakit gigi sebelum anda ke dokter gigi antara lain:
• Untuk mengurangi sakit dapat minum obat pengurang sakit seperti paracetamol atau aspirin. Akan tetapi aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena dapat menimbulkan komplikasi serius.
• Jangan mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis, panas atau dingin maupun yang pedas karena bisa mengiritasi gigi dan semakin menimbulkan rasa sakit
• Berkumurlah dengan air garam yang hangat setiap jam
• Pada gigi yang berlubang, sumpallah lubang tersebut dengan kapas yang sudah dibasahi dengan minyak cengkeh
• Segera ke dokter gigi jika sakit berlanjut
Cedera Muskuloskeletal (Terkilir/Keseleo)

Kata ”trauma” sering disalah persepsikan oleh orang awam. Masyarakat sering mendefinisikan trauma sebagai suatu kejadian di masa lalu yang menyebabkan ketidaknyamanan pikiran di saat ini. Namun, bagi kalangan medis, trauma bukan hanya ada di pikiran, tapi juga dapat diakibatkan oleh benturan, zat kimia, api, dll. Seperti halnya memar yang merupakan trauma akibat benda tumpul, luka sayat yang merupakan trauma benda tajam, dll. Salah satu bentuk trauma yang sering kita jumpai sehari-hari adalah sprain, atau dalam bahasa sehari-hari dikenal sebagai keseleo.
Per definisi, sprain merupakan teregangnya atau robeknya ligamen (yaitu jaringan ikat yang menghubungkan dua atau lebih tulang dalam sebuah sendi). Sprain dapat disebabkan oleh jatuh, terpelintir, atau tekanan pada tubuh yang menyebabkan tulang pada sendi bergeser sehingga menyebabkan ligamen teregang atau bahkan robek. Biasanya, sprain terjadi pada keadaan seperti saat orang terjatuh dengan bertumpu pada tangan, mendarat dengan bagian luar dari kaki, atau mendatar keras di tanah sehingga menyebabkan lutut terpelintir.
Meskipun sprain dapat muncul baik pada bagian tubuh atas maupun bawah, Namun tempat paling sering terjadinya sprain adalah pada pergelangan kaki. Data menunjukkan terdapat lebih dari 25.000 orang menderita sprain pada pergelangan kakinya tiap harinya.
Gejala yang dapat dirasakan jika seseorang mengalami sprain adalah nyeri, bengkak, memar, tidak stabil, dan hilangnya kemampuan untuk menggerakkan sendi. Meskipun begitu, gejala dan tanda ini dapat sangat bervariasi dalam hal beratnya, tergantung seberapa parahnya sprain yang terjadi. Terkadang orang yang mengalami sprain merasa ada yang robek saat cedera terjadi.
Prinsip utama penatalaksanaan sprain adalah mengurangi pembengkakan dan nyeri yang terjadi. Langkah yang paling tepat sebagai penatalaksanaan tahap awal (24-48 jam) adalah prinsip RICE (rest, ice, compression, elevation), yaitu :
• Rest (istirahat)
Kurangi aktifitas sehari-hari sebisa mungkin. Jangan menaruh beban pada tempat yang cedera selama 48 jam. Dapat digunakan alat bantu seperti crutch (penopang/penyangga tubuh yang terbuat dari kayu atau besi) untuk mengurangi beban pada tempat yang cedera.
• Ice (es)
Letakkan es yang sudah dihancurkan kedalam kantung plastik atau semacamnya. Kemudian letakkan pada tempat yang cedera selama maksimal 2 menit guna menghindari cedera karena dingin.
• Compression (penekanan)
Untuk mengurangi terjadinya pembengkakan lebih lanjut, dapat dilakukan penekanan pada daerah yang cedera. Penekanan dapat dilakukan dengan perban elastik. Balutan dilakukan dengan arah dari daerah yang paling jauh dari jantung ke arah jantung.
• Elevation (peninggian)
Jika memungkinkan, pertahankan agar daerah yang cedera berada lebih tinggi daripada jantung. Sebagai contoh jika daerah pergelangan keki yang terkena, dapat diletakkan bantal atau guling dibawahnya supaya pergelangan kaki lebih tinggi daripada jantung. Tujuan daripada tindakan ini adalah agar pembengkakan yang terjadi dapat dikurangi.
Kita selalu bertanya, pada keadaan yang bagaimana kita perlu menemui dokter? Keadaan-keadaan berikut di bawah ini merupakan indikasi kita untuk membawa diri kita ke dokter :
1. Anda menderita rasa sakit yang sangat dan bahkan sendi yang terkena tidak dapat digunakan untuk menahan beban sedikitpun.
2. Pada sendi yang terkena terlihat adanya memar selain adanya bengkak
3. Sendi yang terkena tidak dapat digerakkan
4. Anda tidak dapat berjalan lebih dari 4 langkah tanpa rasa sakit
5. Sendi anda terasa bergeser saat akan digerakkan
6. Sendi yang terkena terasaa baal
7. Anda ragu apakah cedera yang rasa alami itu serius atau tidak
Sumber http://www.klikdokter.com/p3k/detail/4 ( diambil pada tanggal 20 feb 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Heart Of Borneo